Menulis Semoga

Kusibak tirai kabut di antara senja dan remang, kurayu pilu di bahu magrib. Sunyi, bisik seribu pinta mengalir di pelupuk do’a, berujung isak tumpah berlinang.

Ada selarik angan senja tadi, menjadi bait-bait tereja tanpa bahasa, berharap terbaca malam untuk menemui senyummu yang telah kaugantungkan dilengkung sabit.

Sementara legenda cinta lawas terus mengusik, gerimis terus merintik. Aku direjam gigilnya rindu hingga dada meminang sesak, merengkuh hasrat sua di riaknya prasangka.

Dan jika ribuan semoga mampu mengubah takdir, aku tak ingin yang lain, adalah tetap engkau yang tersemat sebagai cinta terindah, bukan lagi rasa yang mengabaikan ada.

Bn_A, 250520

Pic by Khaidir Ali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s