Permata Dan Tabahnya

Muram senja menua berlalu dari matamu. Samar garis cakrawala terlihat magenta. Hitungan rindu tak berangka, kata tak tereja dikulum senyum dalam gundukan sunyi menggunung. Namun jiwamu terbaca setara bebatuan, tak geming dicerca hujan, seakan ribuan kekuatan terpatri dalam satu tabah.

Bening, kemilau bersinar dipacaran tatapmu, yang kuserupakan bias siluet mentari, hangat menelusup di jiwaku setiap ingat mendatangi benak. Engkau permata yang tegar, mengayuh deranya jarak dengan meniti kesabaran tanpa tangisan. Meski telah banyak purnama tak kita lewati bersama.

Permataku, tahukah engkau bahwa angin terkadang berhembus kencang menghempas rindu? Kala sekecap celoteh jenakamu terngiang di telinga! Maka, aku menahannya, menaruh di telapak surga, mensejajarkan bersama semoga yang tak pernah terlupa semenjak engkau berada dalam rahimku, sebagai anugerah terindah dariNya.

#DindaPermata

Bn_A, 27042020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s