Menuju Dermaga

Pada awalnya semua biasa saja, tatapi kini menjadi yang luar biasa. Engkau adalah pemilik hatiku yang tak jemu mengirimiku rindu yang begitu membangkang, mengalirkan aksara dari pertama hingga menjadi ribuan diksi tanpa titik yang mengakhiri.

Dan yang luar biasa itu kini menjadi begitu hebat, yang tadinya pahit menjadi begitu manis, kautahu bukan? Engkau adalah rindu yang kusesap dari secangkir kopi yang kehilangan ampas untuk dibuang.

Sementara yang hebat itu adalah sepi yang tak lagi riuh, kau juga tahu mengapa bukan? Itu semua karena anak-anak rindu bermain dengan gaduh, berlarian sambil meneriakkan namamu di bawah hujannya doa-doa ditengadah dadaku dengan teguh.

Kemudian yang teguh itu adalah rindumu dan rinduku yang bertemu dalam secawan anggur paling kepayang, menyudahi derai air mata, menggubahnya menjadi sauh untuk bersama mengayuh bahtera menuju dermaga bahagia.

Kita!

Pic by Khaidir Ali
Bn_A, 280520

9 tanggapan untuk “Menuju Dermaga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s